Ritual Rahasia
14:25 Gue lirik jam di ponsel, masih dalam kantuk yang tertahan, terus melangkah menuju sebuah tempat, tentu saja tidak asing lagi buat gue, lalu menutup daun pintunya “Brekkk !!â€. Apa yang gue lakukan di dalam tidak pernah ada yang tau. Tidak seorang pun, kecuali Tuhan Yang Maha Pemurah.
Ruangan itu pengap, tidak ada jendela sama sekali. Ada celah udara di pojok kanan, namun tertutup sebuah kardus. Semoga saja tidak ada yang mengintip. Inilah tempat ritual gue, sangat rahasia. Tempat dimana bisa menangis sambil tertawa atau pun tertawa sambil bernyanyi. Ekspresi dan perasaan bisa gue tumpahkan tanpa beban, disini.
Dan sore ini, ritual itu di mulai tentang cerita tadi malam.
__(’Read the rest of this entry »’)



