Bulutangkis berhutang sama sepakbola

Jika kita mengikuti kejuaraan Piala Thomas dan Uber tahun ini, adalah kewajiban setiap penonton meneriakan yel-yel ketika tim Indonesia bertanding, tentu saja memberi suntikan pemain agar lebih bersemangat mengalahkan lawan-lawannya. Tetapi ada yang lain, ketika saya menyimak yel-yel dan nyanyian itu menggema dan membahana di Istora Gelora Bung Karno.

“Yo…ayo…ayo Indonesia..kuingin kita harus menang” nyanyian itu berkali-kali bergemuruh selain teriakan “Indonesia….Indonesia ” yang diselingi tepukan penonton. Yel-yel itu menurut mas Wiki dikenal seluruh suporter sepakbola Indonesia.

__(’Read the rest of this entry »’)

Komentar (4)

santet atau pelet ?

Jenk ati-ati kalo ada tlpn yg tlsannya mrh jgn diangkt. Di Cicurug uda 2 org lgsg meninggal.

Bunyi pesan singkat itu saya terima via ponsel dari adik saya di Bogor, sore ini. Mengingatkan kepada abangnya ini agar berhati-hati saja dengan adanya berita santet melalui SMS atau telepon dengan display pengirim berwarna merah. Lantas saya berpikir, bagaimana mungkin ponsel jadul saya bisa berubah display menjadi warna merah ? Apakah teknologi bisa berubah seketika hanya dengan jampi dan komat-kamit ? Kalo saya angkat ponsel begitu si penyantet menghubungi, saya ingin bilang “Woii….rubah dong hp gue jadi ponsel smart. Bisa kan ?”

__(’Read the rest of this entry »’)

Komentar (6)

Cuman dua orang

Ya, hanya ada dua orang yang selalu menaikkan bendera merah putih, yakni Presiden dan Olahragawan. Kutipan ini saya petik ketika wapres JK mengunjungi latihan tim Uber Indonesia yang akan memulai pertarungan di ajang bergengsi, Thomas dan Uber Cup mulai minggu esok. Meski saya melihat Lilyana Natsir dkk sangat berat karena negeri tirai bambu,China sangat dominan di beregu puteri, tidak ada kalimat patah arang jika semua terjadi di kandang sendiri.

Saya teringat ajang Piala Asia tahun lalu, kala itu tim Ivan Kolev sempat diragukan karena satu group dengan macan-macan Asia semacam Bahrain, Saudi Arabia dan Korea Selatan.

__(’Read the rest of this entry »’)

Komentar (2)

Eclipta prostrata-U

“Bentar lagi gajian tauuuu”
saya pura-pura belagu, padahal duit saya pun tinggal lima belas ribu
tetap saja kami pergi ke Kampung Melayu
setelah mendapat bangku, saya merasakan hal tabu
saya melirik mukanya seperti ngilu
sesekali saya pun malu, apa gerangan yang membuatnya diam membisu
beberapa hari lalu ia tidak murung begitu
bahkan beberapa menit lalu
lalu ia pun menceritakan tentang seorang ibu

__(’Read the rest of this entry »’)

Komentar

Eclipta prostrata-I

Browse kesana kemari, tak ada yang dicari
yang ada cuma iri
playlist wajah pribumi menggema sejak tadi
sesekali terdengar teriakan Bon Jovi
akhirnya kuputuskan membunuhnya sejak dini
disebelah kiri segelas kopi, dikanan terkapar sebuah pen boksi
barusan perut lapar lagi, padahal tadi makan nasi dua porsi
akhirnya kubeli dua buah roti
ke warung Tarno kulari-lari, karena Udin sudah pergi mimpi
sempat gigit jari, karena melihat deretan roti yang basi

__(’Read the rest of this entry »’)

Komentar (1)

« Previous entries