Nyakau
Sekat itu begitu menusuk
Tapi tidak sedingin pagi yang lalu
Kala fajar begitu culas mengernyitkan embun
Cenderadimuka begitu sombong selaksa gandung
Dan gue ?
Ibarat pancangnya yang rancu akan kebekuan
Bah..!! Trisula itu
Tajam banget, Man
Dalam irama Tambo, gue asyik nyakau
“Huehehe…huhehehe…..apa lo?”
Pikiran gue terus menari-nari
Mata sebelah kiri gue ucek-ucek
Ketajaman gue menirus,”Wey…pada ngapain lo ?”
Trisula itu tiba-tiba berubah jadi Tripleks
Gue coba minum seteguk serbat
Masih ada kontras yang tajam di pagi itu
Gue rebahan, “Huehehe…Huhehehe…..asyik, Mana”
Lambat laun surya mulai membentang seperti testa yang memecah langit
Sakau gue masih meluntang-lantung
Giliran mata kanan gue ucek-ucek
Ada yang berderet di ujung Tripleks itu
Jumlahnya bertera-tera, miliaran
Satu dan lainnya saling mengapit, satu kesatuan
Dan gue tetap nyakau, bercumbu
“Suka…suka gue dong ah”
Tripleks itu berubah jadi Trisula kembali
Perlahan cumbuanpun gue hentikan
Dengan mata benjut, gue pun kembali benerin kancut
Mei 21st, 2008 at 1:14 am
dhudhudhuuuu…. keren tulisanna…. waaaaaaaaah aku ingin bisa menulis lepas:p
caioooooo
>> ayo Kaka….kamu juga bisaaa
Mei 23rd, 2008 at 6:38 pm
hahahaha..kancutmu pun terlihat bolong-bolong
>> hebat….tebakanmu hebat, teman. Aku kasih payung dan gelas cantik..
Mei 25th, 2008 at 10:51 pm
*malam ini ada seorang bocah merindukan kedua bola matanya*
langitjiwa.
( mana ! belum sampe tuh! payung ama gelasnya )haha..
Agustus 11th, 2008 at 3:24 am
He…kok kacut gw loe pake?? Ga sopan yak
Agustus 11th, 2008 at 3:25 am
Gw masih loe tau jenis kelamin loe.. ce or co???