Ritual Rahasia
14:25 Gue lirik jam di ponsel, masih dalam kantuk yang tertahan, terus melangkah menuju sebuah tempat, tentu saja tidak asing lagi buat gue, lalu menutup daun pintunya “Brekkk !!â€. Apa yang gue lakukan di dalam tidak pernah ada yang tau. Tidak seorang pun, kecuali Tuhan Yang Maha Pemurah.
Ruangan itu pengap, tidak ada jendela sama sekali. Ada celah udara di pojok kanan, namun tertutup sebuah kardus. Semoga saja tidak ada yang mengintip. Inilah tempat ritual gue, sangat rahasia. Tempat dimana bisa menangis sambil tertawa atau pun tertawa sambil bernyanyi. Ekspresi dan perasaan bisa gue tumpahkan tanpa beban, disini.
Dan sore ini, ritual itu di mulai tentang cerita tadi malam. Gue pun jongkok seperti menahan sesuatu sambil membayangkan kembali ingatan tadi malam. Menatap langit-langit ruangan, ada lakban hitam di antara bola lampu, gue sempat membayangkan itu adalah kamera tersembunyi, ah lancang nian pikiran sampai sejauh itu.
Beberapa orang mengeroyok gue setelah main futsal tadi malam, satu diantara mereka memukul dengan sepatunya. Gue sendirian, lalu mengambil langkah seribu meninggalkan arena. Biarlah sekali-kali menjadi pengecut. Gue ceritain semuanya sambil tetap dalam posisi jongkok. Ya jongkok. Anehnya, ketika cerita selanjutnya ingin gue ceritain dan masih dalam posisi jongkok, tetesan air dari atap lakban itu tiba-tiba mengucur. Apa ini ?
Posisi gue masih tetap seperti itu, jongkok karena memang itu aturan dalam ritual ini. Tetesan air itu masih mengenai rambut, lutut dan punggung kaki gue. Biarkan saja, toh saat gue cium enggak ada bau apa-apa. Disini tidak ada ternak kucing, gue tetap meyakinkan diri. Lalu gue mulai cerita kembali, tentang kejadian tadi malam.
Masih lari terengah dan terjebak dalam sebuah hutan, bukan hutan pinus seperti cerbung itu. Ada bayangan tubuh besar dan hendak mencengkram gue. Ketika hendak berteriak minta tolong, gue malah terperanjat dan bilang sama closet yang membuatku jongkok sore ini.
“Set, gue malem tadi mimpi buruk, temanâ€
Mei 6th, 2008 at 9:38 pm
sudahkah kau berdiri saat ini,sobat? dari tapa jongkokmu itu?
>>masih ngeden di dalam….mau ikutan?
Mei 7th, 2008 at 2:51 am
jangan lupa cuci kami kawan..
loh?
>> pastinya, malah nanti kubasuh dengan kain
Mei 11th, 2008 at 8:31 am
pantesan berisik banget, ada bunyi dung-dung-pret…
>> itu belum seberapa, aku menyebutnya prologue