dung-dung pret

Hidup dalam ketidakjelasan, berjuta rasanya…

Eclipta prostrata-U

“Bentar lagi gajian tauuuu”
saya pura-pura belagu, padahal duit saya pun tinggal lima belas ribu
tetap saja kami pergi ke Kampung Melayu
setelah mendapat bangku, saya merasakan hal tabu
saya melirik mukanya seperti ngilu
sesekali saya pun malu, apa gerangan yang membuatnya diam membisu
beberapa hari lalu ia tidak murung begitu
bahkan beberapa menit lalu
lalu ia pun menceritakan tentang seorang ibu
ibu yang mau memiliki cucu satu itu tidak tahu menahu
ternyata dia itu adalah menantu sang ibu
ketika saya tanya, kok bisa begitu ?
dia bilang, anaknya si ibu menikahinya tidak mendapat restu
ya Tuhan, saya hampir saja terserang paru
ah itu hiperbola yang terlalu
lalu kami turun di Bintara satu
karena koasi itu tak mau melaju, sopirnya mengganjal ban dengan batu
kami naik koasi berkaca biru, meneruskan tempat yang di tuju
lupa bayar ongkos saya kasih saja serebu
huhuhuhu
sudahlah, esok hari gajian tinggal menunggu
semoga saja tidak telat kaya bulan lalu

Leave a Reply