Suatu hari tiga orang santri menjemput seorang Kyai di sebuah daerah untuk acara tabligh akbar. Rupanya rombongan santri ini adalah panitia acara tabligh tersebut. Begitu tiba di rumah Kyai dan bertemu, rombongan ini langsung mencium tangan Kyai lazimnya tradisi pesantren. Lalu berangkatlah mereka menuju acara dengan menggunakan kendaraan milik panitia acara.
Sang Kyai duduk di depan, sementara dua orang santri di belakangnya. Sedangkan santri yang satu adalah supir. Dua orang santri yang duduk di belakang adalah orang yang baru pertama kali berkendara mobil pribadi. Mereka terbiasa dengan angkot ataupun ojek.
Ketika baru beberapa meter kendaraan itu berjalan, Kyai bilang “Jang, itu pintunya kurang rapat. Tolong tutup yang keras”.
Lanjutkan membaca
