Jangan gaptek, cuy!

Suatu hari tiga orang santri menjemput seorang Kyai di sebuah daerah untuk acara tabligh akbar. Rupanya rombongan santri ini adalah panitia acara tabligh tersebut. Begitu tiba di rumah Kyai dan bertemu, rombongan ini langsung mencium tangan Kyai lazimnya tradisi pesantren. Lalu berangkatlah mereka menuju acara dengan menggunakan kendaraan milik panitia acara.

Sang Kyai duduk di depan, sementara dua orang santri di belakangnya. Sedangkan santri yang satu adalah supir. Dua orang santri yang duduk di belakang adalah orang yang baru pertama kali berkendara mobil pribadi. Mereka terbiasa dengan angkot ataupun ojek.

Ketika baru beberapa meter kendaraan itu berjalan, Kyai bilang “Jang, itu pintunya kurang rapat. Tolong tutup yang keras”.
(lagi…)

5 comments Mei 26th, 2009

Review Romeo-Juliet

Ketika cinta harus mengorbankan segalanya, seorang anak manusia harus melawan kodrat yang di gariskan turun temurun dalam darahnya.

“Terlalu sulit menentang norma, yang telah lama teragungkan..” Ahmad Albar.

RomJul (Page 1)

Film Romeo dan Juliet mengekspose sepakbola dari berbagai aspek. Permusuhan kedua kubu pendukung sepakbola antara Viking (PERSIB) dan Jak Mania (PERSIJA) di abadikan dengan apik dalam film ini.

Adalah Ranggamone Larico (Edo Borne) yang memulai kisah. Dia adalah pendukung sejati Jak Mania. Suatu hari terjadi bentrokan dengan para pendukung PERSIB, Viking, sesaat setelah PERSIB melakukan pertandingan di Tangerang. Kendaraan yang di kendarai Desy Kasih Purnamasari (Sissy prescilia), dimana Desy adalah Lady Viker –pendukung wanita PERSIB dari Viking- di cegat Jak Mania. Dalam bentrokan tersebut, terjadilah kisah klasik itu, cinta pada pandangan pertama antara Rangga dan Desy. (lagi…)

6 comments April 25th, 2009

Golput ala ORBA

Ketika pulang ke daerah, saya serasa masih di zaman partai masih tiga dulu, Golkar, PDI, P3.
Ibu-ibu yang sudah renta, walaupun sudah melakukan pencontrengan tetap saja masih asyik menonton warga lainnya yang mencontreng. Begitu juga bapak-bapaknya. Mungkin mereka merenung, akankah ini pemilu terakhir buat mereka ? atau hanya sekedar nostalgia menyambut ritual lima tahunan ?. Wallahu`alam.

Malam sebelumnya, suasana di daerah saya layaknya akan menyambut hari raya lebaran. Bukan karena ibu-ibu yang masak ketupat, bukan. Tetapi melihat warga yang begadang hingga pagi saling bersenda gurau, bersilaturahmi satu sama lain. Di setiap beranda rumah. (lagi…)

Add comment April 9th, 2009

Andreas dan Dhili

Mydi Tusinov Andreas Soares suatu sore terduduk di beranda depan, ia terpaku dengan alunan ayat suci Al-Quran yang melantun dari suara bocah-bocah kecil dari sebuah surau di dekat kali di sebuah desa kecil yang terletak di kaki gunung Salak, Bogor. Andreas merupakan warga Timor-Timur yang sudah lama menetap di Jakarta, ia menjenguk salah seorang kerabatnya yang sedang berobat jalan karena patah tulang. Cimande, daerah yang terkenal memiliki pengobatan ahli patah tulang yang sudah masyhur itu adalah tempat dimana kerabat Andreas tinggal sementara selama tiga bulan.

Meskipun sering mendengar orang mengaji, Andreas baru kali ini dadanya begitu bergolak dengan lantunan suara-suara bocah itu mengumandangkan ayat-ayat Illahi. Ia lantas menghampiri Pak Haji Andi yang juga si empu rumah sekaligus ahli pengobatan patah tulang lalu menanyakan siapa gerangan guru yang mengajar pengajian anak-anak tersebut dan ia meminta di pertemukan dengan sang guru.
Adalah Kyai Ahmad, seorang guru muda yang kemudian menjadikan Andreas mengucapkan dua kalimah syahadat lalu memberinya nama yang pantas, Zaenudin. (lagi…)

Add comment Maret 3rd, 2009

Previous Posts


Login dong

Blogroll

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

RSS Nguping Jakarta

Tagline

Sponsorship



Go-Persib